Rabu, 04 November 2015

CONTOH JARINGAN WIRELESS PADA PERUSAHAAN

Contoh yang dapat di ambil adalah perusahaan perbankan yaitu, jaringan yang dimiliki mesin ATMnya. ATM atau Anjungan Tunai Mandiri ( Automatic Teller Machine) adalah alat elektronik yang diciptakan untuk mempermudah nasabah untuk mengambil uang, mengecek rekening tabungan, maupun transaksi nontunai tanpa perlu dilayani oleh teller manusia. Mesin ATM sering ditemukan di beberapa lokasi strategis seperti restoran, bandar udara, pusat perbelanjaan, pasar di kota – kota besar. Karena mesin ATM merupakan sebuah teminal data, maka mesin ATM memerlukan koneksi melalui sebuah host processor. Host processor ini akan berinteraksi melalui media komunikasi yang banyak digunakan adalah jaringan Wireless LAN atau Wireless MAN. Sehinggga dengan kedua jaringan ini akan memecahkan masalah biaya pemakaian jaringan kabel. Karena mesin ATM tidak hanya berada pada kota – kota besar saja, tetapi pulau kecil atau desa yang jauh dari kota besar sudah ada yang menmpatkan mesin ATM untuk memudahkan para nasabahnya.


Sumber :

CARA KERJA JARINGAN WIRELESS

Cara kerja wireless ini disebabkan karena komputer mempunyaii built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut dengan adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Yang pertama, mendeteksi apakah terdapat jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan  juga tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap ada sinyal yang masuk. Setelah ada sinyal terdeteksi, untuk menghubungkannya yaitu melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirimkan dari komputer atau melalui laptop/notebook diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s & 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).


Konversi sinyal data digital kebentuk analog disebut dengan “modulasi”. Sinyal data digital ditumpangkan ke gelombang radio analog. Beberapa prinsip kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital akan lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang dipakai untuk modulasi menentukan kecepatan dari transfer data jaringan wireless. Lalu sinyal radio yang disalurkan biasanya mempunyai frekuensi lebih dari 2,4 GHz diterima oleh sebuah router wireless ataupun sebuah wireless adapter.
Sebuah router witeless yaitu suatu stasiun penerima dari jaringan wireless. Hal tersebut direkonversi dari sinyal data radio ke dalam bentuk sinyal digital, oleh sinyal “demodulating” dan mengirimkannya melalui koneksi kabel Ethernet ke jalur super informasi yang disebut dengan internet.
Cara kerja dari wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya saat menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan juga memodulasi kedalam bentuk analog. Lalu kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital lalu ditransfer kedalam komputer.
Sebuah teknologi yang membuat semua ini terjadi karena adanya jaringan wireless, link yang penting dalam jaringan wireless adalah router dan adapter wireless/Wi-Fi. Pada saat ini, kebanyakan laptop maupun komputer sudah dilengkapi dengan hardware dan juga software wireless/WiFi. Jaringan Hotspot wireless daerah di sekitar router wireless yang mempunyai kekuatan sinyal yang tinggi. Tentu saja cara kerja wireless melakukan transfer data yang lebih cepat di jaringan wireless ini.

Sumber:

ARSITEKTUR SISI CLIENT DAN ARSITEKTUR SISI SERVER

Arsitektur jaringan Client Server merupakan model konektivitas jaringan yang membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai Server. Server ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya tang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut Client. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server komunikasi). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan dari Client, memproses dan memberikan hasil kepada Client, sedangkan Client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya. Sistem Client Server tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan jaringan komputer skala luas. Sistem ini menggunakan protokol utama Transmision Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), sedangkam sistem operasi yang digunakan antara lain Unix, Linux dan Windows NT.

Arsistektur sisi Client

Arsitekture ini merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi pada client adalah cookie. Karakteristik dari sisi klien, yaitu :

1.      Pihak klien selalu memulai permintaan/permohonan ke pihak server
2.      Setelah mengirim permintaan, kemudian klien akan menunggu balasan atau jawaban atas permintaannya dari server
3.      Menerima balasan dari server atas permintaannya
4.      Biasanya klien akan terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu
5.      Biasanya berinteraksi langsung dengan end-user (pengguna akhir) dengan menggunakan user interface (antarmuka pengguna)
6.      Khusus jenis klien mencakup web browser, email klien dan online chat klien

Arsitektur sisi Server

Arsitektur ini sebuah sever Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standart metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunya tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi. Karakteristik dari sisi server, yaitu:
1.      Sebagai penyedia layanan, sisi server akan selalu menunggu permintaan dari sisi klien
2.      Sesuai dengan tugasnya, melayani dan menjawab permintaan data yang diminta oleh klien
3.      Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien
4.      Jenis server khusus mencakup web server, FTP server, database server, email server, file server, print server. Mayoritas dari web layanan tersebut juga merupakan jenis server.

Model – model arsitektur client server

1.      Arsitektur Single - Tier (satu lapisan)
Model single – tier adalah model yang mudah digunakan oleh user dan paling sedikit memiliki alternatif. Pada model ini semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Kelemahan dari model ini adalah kurang aman dan kurang memiliki skalabilitas.

2.      Arsitektur Two – Tier (dua lapisan)
Model Two – Tier adalah arsitektur yang memiliki sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Pada model ini database dan computer terpisah maka menyebabkan model ini dapat meningkatkan meseluruhan situs. Model Arsitektur Two – Tier memiliki  keamanan yang lebih tinggi dan terukur dari model Arsitektur Single – Tier, selain itu dapat menangani database server secara khusus dan bisnis lingkungan  kecil. Kelemahan dari model Arsitektur Two – Single, yaitu biaya yang mahal, arsitekturnya yang kompleks, dan tidak adanya pembaruan.

3.      Asitekture Three – Tier (tiga lapisan)
Model Arsitekktur Three – Tier menempatkan computer sebagai server dan kemudian bertugas memberikan layanan pada terminal – terminal lainnya yang terhubung dalam system jaringan atau client. Server juga bertugas untuk memberikan layanan file server, printer server, dan jalur komunikasi.

Sumber :