Minggu, 26 Oktober 2014

Periode 1 softskill - Bahasa Indonesia 1 #

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

            Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa
Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.
Menurut Sumiati Budiman (1987 : 1) mengemukakan bahwa fungsi bahasa dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu :
1. Fungsi Praktis :
Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
2. Fungsi Kultural
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
3. Fungsi Artistik
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
4. Fungsi Edukatif
Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Fungsi Politis
Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasio pemerintahan.
Mencermati keadaan dan perkembangan dewasa ini, semakin terasakan betapa besar fungsi dan peran bahasa dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa kehidupan manusia terasa hampa dan tidak berarti. Melalui peran bahasa, manusia dapat menjadikan dirinya menjadi manusia berbudi pekerti, berilmu dan bermartabat tinggi.



RAGAM BAHASA

A. Definisi
          Ragam bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.1Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia terdiri atas dua ragam, yaitu ragam resmi dan ragam tidak resmi.
          Ragam bahasa yang digunakan dalam situasi yang formal adalah ragam resmi atau ragam baku, yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan.2 Sementara untuk ragam tidak resmi banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Penggunaan Ragam Resmi dan Tak Resmi
          Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ragam tak resmi sering kita temui dalam keseharian, seperti percakapan dengan teman atau keluarga.
          Ragam tak resmi dalam bentuk tulisan juga dapat kita temukan dalam penulisan buku harian, surat untuk teman atau karya sastra yang termasuk pada golongan karya populer. Sastra populer biasanya menggunakan bahasa yang ringan, mudah dipahami dan ada juga yang sebagian menggunakan bahasa gaul/pokem.3
Sedangkan bahasa ragam resmi akan sering kita jumpai dalam situasi resmi/formal seperti di kelas dalam proses belajar mengajar, seminar, pidato, dan berbagai kegiatan dalam situasi formal. Dalam penulisan, biasanya akan kita temui dalam bentuk karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi,), laporan penelitian, artikel, jurnal, dan berita di media cetak. Untuk lebih jelasnya, liahtlah tabel yang menjelaskan tentang pemakaian ragam resmi dan ragam tak resmi.
Ragam Tak Resmi Lisan
Ragam Resmi Lisan
Dipakai untuk :
  •  Berbicara sehari-hari
  • Bercerita
  • Mengobrol
Dipakai untuk :
  • Berceramah
  • Berpidato
  • Mempresentasikan sesuatu
Ragam Tak Resmi Tulis
Ragam Resmi Tulis
Dipakai untuk :
  •  Menulis surat kepada teman
  • Menulis surat kepada kerabat
  • Menulis buku harian
Dipakai untuk :
  • Menulis surat resmi
  • Menulis makalah, artikel
  • Menulis laporan penelitian
PEMAKAIAN RAGAM RESMI DAN RAGAM TAK RESMI
          Jika kita melihat perkembangan bahasa Indonesia sekarang, kita masih perlu belajar bahasa Indonesia. Hal itu karena sebagian besar masyarakat Indonesia hanya menguasai ragam tak resmi, selain itu aktivitas masyarakat modern saat ini umumnya didominasi oleh organisasi yang bersifat formal.


Penggunaan Bahasa di Kalangan Masyarakat / Keluarga Anda


            Lingkungan tempat tinggal saya adalah lingkungan yang di dominasi oleh orang – orang betawi asli yang memang sudah menggunakan bahasa Indonesia dalam berbicara, namun masih dengan campuran bahasa Betawi begitupun dengan logat. Banyak kata-kata baru yang saya temukan disini,  seperti dalam bahasa Indonesia kita menggunakan kata “biarkan” sedangkan dalam lingkungan ini dominan orang sudah tidak menggunakan kata tersebut melainkan dengan kata “bagen”. Awalnya saya bingung dengan penggunaan bahasa pada lingkungan ini. Tetapi hampir dua tahun saya di sini saya mulai bisa beradaptasi dengan penggunaan bahasanya.
Lain di rumah lain di luar, sebagai anak muda yang tidak ingin ketinggalan sesuatu, saya pun terus beradaptasi dengan penggunaan bahasa anak muda atau dikenal dengan bahasa gaul. Bahasa gaul sebenarnya hanyalah bahasa Indonesia yang ditambah denga bumbu-bumbu serapan bahasa lain *menurut saya* contohnya nih sering banget orang bilang lagi “bete” sebenarnya kata itu berasal dari bahasa inggris yaitu BT(Boring Time) tapi tetap saja digunakan karena mungkin enak di dengar trus simple.

Kelemahan Dan Kelebihan Apabila Anda Mempelajari Bahasa Indonesia
            Salah satu manfaat terbesar belajar bahasa adalah untuk keperluan berkomunikasi. Kehidupan manusia tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan berkomunikasi. Apa pun bidang kegiatan yang akan diterjuni seseorang, pastilah dia tidak bisa menghindar untuk tidak berkomunikasi. Apalagi di masa sekarang dan mendatang di mana alat-alat canggih untuk berkomunikasi seperti komputer, ponsel, dan lain-lain,tentu akan semakin dahsyat dan menakjubkan perkembangannya.

Kelebihan dan Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia
:
Kelebihan:
1.      Cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri.
2.      Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mengetahui berbagai jenis Ragam Bahasa.
3.      Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
4.      Berbahasa Indonesia membuat kita tahu jati diri kita.
5.      Sebagai pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa.
6.      Sebagai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya ,meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
7.      Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
8.      Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.


Kekurangan:

1.      Penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku.
2.      Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
3.      Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh: tangan kanan = orang kepercayaan.
       4.  Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam               beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu               kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa                       internasional